Agama Islam adalah rahmat Allah untuk semesta alam yang artinya rahmat tersebut bukan hanya untuk manusia saja, tetapi juga untuk makhluk hidup selain manusia yaitu alam dan lingkungan hidup. Sikap muslim yang benar terhadap makhluk hidup selain manusia, antara lain sebagai berikut.
1. Akhlak Terhadap Lingkungan Hidup
Berakhlak kepada lingkungan hidup adalah menjalin dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitar. Memakmurkan alam adalah mengolah sumber daya yang berada di alam sehingga dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia tanpa merugikan alam itu sendiri. Allah menyediakan bumi yang subur ini untuk diolah oleh manusia dengan kerja keras dan dipelihara sehingga mampu melahirkan nilai yang tinggi.
2. Akhlak Terhadap Tumbuh-Tumbuhan
Diantara anugrah Allah kepada manusia adalah diciptakanNya tumbuh-tumbuhan. Sebagian besar makanan manusia berasal dari tumbuh-tumbuhan. Demikian pula makanan binatang-binatang ternak, sebagian besar adalah tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam jenisnya.
Manusia perlu menyayangi tumbuh-tumbuhan karena sebagian dari pemenuhan keperluan hidup manusia itu berasal dari tumbuh-tumbuhan, baik tumbuh-tumbuhan yang dapat dimakan seperti daunnya, maupun tumbuh-tumbuhan yang batang atau bunganya dapat diambil manfaatnya dan berfungsi membersihkan udara. Semuanya perlu diberi air sesuai dengan kebutuhannya.
Dengan demikian semura tumbuhan terutama tumbuhan yang ditanam harus dipelihara dengan baik, seperti membersihkan rumput-rumput yang tidak berguna harus di buang, dijaga jangan sampai dirusak atau dimakan hama, semuanya itu agar tumbuh subur. Itulah sebagian diantara cara-cara menyayangi tumbuh-tumbuhan.
3. Akhlak Terhadap Binatang
Kita harus memiliki akhlak yang terpuji terhadap binatang. Alam hewani sengaja diciptakan oleh Allah bagi kepentingan makhluk hidup lainnya, khususnya manusia.
Hewan ada yang bersifat liar, jinak, atau hewan peliharaan. Ada juga hewan yang terbang di angkasa, berenang di air, tetapi semua itu adalah jenis makhluk yang memiliki banyak persamannya dengan manusia yang merasakan lapar, haus, berkelamin, hidup berkelompok, dan sebagaimana kehidupan makhluk manusia.
Binatang ternak atau peliharaan atau binatang apapun jenisnya yang dipelihara perlu disayangi. Cara menyayangi binatang peliharaan antara lain dengan memberinya makanan, menyediakan tempatnya (kandang) yang wajar, memelihara kebersihannya, menjaga kesehatannya, bahkan kalau mungkin mengobatinya apabila sakit sebagaimana yang dilakukan oleh kebun binatang pada umumnya.
Disamping itu juga kita boleh membunuh binatang yang membahayakan atau merugikan. Kita diperintah untuk membunuhnya, asal saja ketika melaksanakannya tidak didahului dengan penyiksaan, seperti menyirami tikus dengan minyak tanah, kemudian baru membakarnya. Bunuhlah binatang itu dengan alat yang menyebabkan ia segera mati sehingga ia tidak merasa tersiksa.
4. Akhlak Terhadap Makhluk Gaib
Selain Allah SWT menciptakan manusia, Dia juga menciptakan jin. Jin merupakan makhluk gaib yang harus kita imani. Perlu kita ketahui bahwa selain ada jin yang taat dan patuh kepada Allah SWT ada pula jin yang tidak patuh dan taat kepada Allah SWT diantaranya iblis dan setan. Iblis dan setan adalah makhluk Allah SWT yaitu sejenis jin yang diciptakanNya dari api yang sangat panas, jauh sebelum diciptakanNya Nabi Adam as.
Kita meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan semesta alam dan Mahakuasa serta Maha berkehendak, sedangkan semua makhlukNya termasuk jin, iblis dan setan berada di dalam kekuasaanNya. Oleh karena itu, cara menyikapi adanya jin, iblis dan setan adalah sebagai berikut :
a. Jangan menuruti langkah-langkah setan
b. Tidak terganggu dan terjebak dalam kehidupan jin, iblis dan setan
c. Selalu mengingat Allah dan memohon pertolonganNya dari segala godaan iblis dan setan
d. Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya
Gambar Slide
Senin, 02 Agustus 2010
SIFAT RELA BERKORBAN
Setiap manusia tentu memiliki perbedaan, baik secara fisik maupun mental (kebudayaan). Perbedaan-perbedaan tersebut bukan untuk dipertentangkan, tetapi harus dipahami sebagai sunatullah. Perbedaan tersebut tidak mungkin dapat dihilangkan. Oleh karena itu, kita harus menghargainya sebagai dasar saling kerja sama dalam mencapai tujuan hidup manusia yakni kemakmuran dan kebahagiaan, kedamaian serta keselamatan dunia dan akhirat sehingga kita perlu saling tolong menolong dan rela berkorban yang semuanya mempunyai keterkaitan di dalamnya. Rela berkorban harus memiliki tujuan yakni untuk membantu atau menolong orang lain yang sedang berada dalam kesulitan.
BERINISIATIF
Berinisiatif merupakan perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menghindarkan sikap terburu-buru bertindak dalam situasi sulit, bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah, dan selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.
SIFAT GIGIH
Sikap gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya akan hasil positif dalam segala usaha.
Oleh karena itu, manusia harus optimis dan tidak boleh pesimis. Perhatikan Firman Allah SWT berikut :
Artinya : “… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri …” (QS Ar-Ra’d : 11)
Manusia sebagai makhluk yang bersifat individu dan sosial selalu mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemajuan prestasi serta taraf hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan hidupnya selalu ingin dipenuhi dengan berbagai macam cara. Agar keinginan tersebut dapat tercapai sehingga mendapatkan rezeki yang halal dan tayyib (baik). Caranya telah diisyaratkan dalam firman Allah yang artinya :
Artinya : “Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak – banyak agar kamu beruntung”. (QS Al-Jumu’ah : 10)
Oleh karena itu, manusia harus optimis dan tidak boleh pesimis. Perhatikan Firman Allah SWT berikut :
Artinya : “… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri …” (QS Ar-Ra’d : 11)
Manusia sebagai makhluk yang bersifat individu dan sosial selalu mempunyai keinginan untuk meningkatkan kemajuan prestasi serta taraf hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan hidupnya selalu ingin dipenuhi dengan berbagai macam cara. Agar keinginan tersebut dapat tercapai sehingga mendapatkan rezeki yang halal dan tayyib (baik). Caranya telah diisyaratkan dalam firman Allah yang artinya :
Artinya : “Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak – banyak agar kamu beruntung”. (QS Al-Jumu’ah : 10)
HUSNUZZAN TERHADAP ALLAH
Kata husnuzzan berarti berprasangka baik atau disebut juga positive thinking. Lawan dari kata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk atau disebut juga negative thinking.
Jadi setiap apa yang terjadi akan di tafsirkan secara baik oleh seseorang apabila mempunyai sikap khusnudzon (berbaik sangka). Dan setiap apa yang terjadi akan menjadi jelek dipandangannya apabila seseorang mempunyai sikap su’uzon (berburuk sangka).
Sikap khusnudzon ini bisa dilakukan terhadap Allah Swt, terhadap diri sendiri, maupun terhadap sesama manusia.
Manusia harus berpikir positif dan menganggap bahwa semua kejadian ada manfaatnya serta tidak ada yang sia-sia .
Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh apabila kita bersifat husnuzzan, antara lain :
1. Hidup menjadi tenang, tentram, dan damai
2. Hati menjadi bersih dan terhindar dari penyakit hati
3. Tidak menimbulkan perselisihan atau perpecahan
4. Senantiasa bersyukur atas segala rezeki sekecil apapun
Jadi setiap apa yang terjadi akan di tafsirkan secara baik oleh seseorang apabila mempunyai sikap khusnudzon (berbaik sangka). Dan setiap apa yang terjadi akan menjadi jelek dipandangannya apabila seseorang mempunyai sikap su’uzon (berburuk sangka).
Sikap khusnudzon ini bisa dilakukan terhadap Allah Swt, terhadap diri sendiri, maupun terhadap sesama manusia.
Manusia harus berpikir positif dan menganggap bahwa semua kejadian ada manfaatnya serta tidak ada yang sia-sia .
Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh apabila kita bersifat husnuzzan, antara lain :
1. Hidup menjadi tenang, tentram, dan damai
2. Hati menjadi bersih dan terhindar dari penyakit hati
3. Tidak menimbulkan perselisihan atau perpecahan
4. Senantiasa bersyukur atas segala rezeki sekecil apapun
Minggu, 01 Agustus 2010
AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG KEIKHLASAN DALAM BERIBADAH
A. SURAH AL-AN’AM : 162 – 163
1. Bacaan surah Al-An’am Ayat 162-163
Artinya : “(162) Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (163) Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al-An’am : 162 – 163)
2. Isi Kandungan
a. Ucapan penyerahan diri dengan penuh kerendahan serta kepasrahan dalam upaya mendapatkan keridaan Allah.
b. Menyadari dan bersumpah tidak menyekutukan Allah
c. Senantiasa melaksanakan perintah-perintah Allah sepanjang hidup dan meninggalkan larangan-Nya.
B. SURAH AL-BAYYINAH : 5
1. Bacaan surah Al-Bayyinah Ayat 5
Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (QS. Al-Bayyinah : 5)
2. Isi Kandungan
Allah memerintahkan kepada makhlukNya khususnya manusia untuk menyembahNya, yaitu senantiasa ingat kepada Allah dalam keadaan apapun.
1. Bacaan surah Al-An’am Ayat 162-163
Artinya : “(162) Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (163) Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al-An’am : 162 – 163)
2. Isi Kandungan
a. Ucapan penyerahan diri dengan penuh kerendahan serta kepasrahan dalam upaya mendapatkan keridaan Allah.
b. Menyadari dan bersumpah tidak menyekutukan Allah
c. Senantiasa melaksanakan perintah-perintah Allah sepanjang hidup dan meninggalkan larangan-Nya.
B. SURAH AL-BAYYINAH : 5
1. Bacaan surah Al-Bayyinah Ayat 5
Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (QS. Al-Bayyinah : 5)
2. Isi Kandungan
Allah memerintahkan kepada makhlukNya khususnya manusia untuk menyembahNya, yaitu senantiasa ingat kepada Allah dalam keadaan apapun.
Langganan:
Postingan (Atom)
Praktik Baik "Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran pada Tatap Muka Terbatas"
Pandemi masih melanda Negeri ini, Dunia Pendidikan ikut mendapat imbasnya. Sejah awal tahun 2020 Pembelajaran Tatap Muka berubah menjadi Pem...
-
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah SURGA. Di dalamnya terdapat bejana-bejana d...
-
Ibadah haji merupakan ibadah fisik, namun demikian banyak makna baik yang tersirat maupun yang tersurat yang bisa kita ambil dalam pelaksana...
-
SELEKSI BEASISWA DAN NON BEASISWA PROGRAM S1 UNIV. AFRIKA INTERNASIONAL SUDAN DAN UNIV. AL-AZHAR MESIR TAHUN AKADEMIK 2012-2013 A. Lat...