Selamat Datang di Blog Pribadi Abdurahman "Semoga Bermanfaat"

Gambar Slide

Kamis, 15 November 2012

Sejarah Penentuan Kalender Islam (Hijriyah)


Bulan-bulan Qomariyah pada Kalender Hijriyah

Pada tahun 682 Masehi, 'Umar bin Al Khattab yang saat itu menjadi khalifah melihat sebuah masalah. Negeri islam yang semakin besar wilayah kekuasaannya menimbulkan berbagai persoalan administrasi. Surat menyurat antar gubernur atau penguasa daerah dengan pusat ternyata belum rapi karena tidak adanya acuan penanggalan. Masing-masing daerah menandai urusan muamalah mereka dengan sistem kalender lokal yang seringkali berbeda antara satu tempat dengan laiinnya.
Maka, Khalifah 'Umar memanggil para sahabat dan dewan penasehat untuk menentukan satu sistem penanggalan yang akan diberlakukan secara menyeluruh di semua wilayah kekuasaan islam.

Nama bulan-bulan dalam kalender islam


Sistem penanggalan yang dipakai sudah memiliki tuntunan jelas di dalam Al Qur'an, yaitu sistem kalender bulan (qomariyah). Nama-nama bulan yang dipakai adalah nama-nama bulan yang memang berlaku di kalangan kaum Quraisy di masa kenabian. Namun ketetapan Allah menghapus adanya praktek interkalasi (Nasi'). Praktek Nasi' memungkinkan kaum Quraisy menambahkan bulan ke-13 atau lebih tepatnya memperpanjang satu bulan tertentu selama 2 bulan pada setiap sekitar 3 tahun agar bulan-bulan qomariyah tersebut selaras dengan perputaran musim atau matahari. Karena itu pula, arti nama-nama bulan di dalam kalender qomariyah tersebut beberapa di antaranya menunjukkan kondisi musim. Misalnya, Rabi'ul Awwal artinya musim semi yang pertama. Ramadhan artinya musim panas.
Praktek Nasi' ini juga dilakukan atau disalahgunakan oleh kaum Quraisy agar memperoleh keuntungan dengan datangnya jamaah haji pada musim yang sama di tiap tahun di mana mereka bisa mengambil keuntungan perniagaan yang lebih besar. Praktek ini juga berdampak pada ketidakjelasan masa bulan-bulan Haram. Pada tahun ke-10 setelah hijrah, Allah menurunkan ayat yang melarang praktek Nasi' ini:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..." [At Taubah (9): 38]
"Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah... " [At Taubah (9): 39]
Dalam satu tahun ada 12 bulan dan mereka adalah:
  1. Muharram
  2. Shafar
  3. Rabi'ul Awal
  4. Rabi'ul Akhir
  5. Jumadil Awal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulqa'idah
  12. Dzulhijjah
Sedangkan 4 bulan Haram, di mana peperangan atau pertumpahan darah di larang, adalah: Dzulqa'idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Peristiwa Hijrah sebagai tonggak Kalender Islam


Masalah selanjutnya adalah menentukan awal penghitungan kalender islam ini. Apakah akan memakai tahun kelahiran Nabi Muhammad saw., seperti orang Nasrani? Apakah saat kematian beliau? Ataukah saat Nabi diangkat menjadi Rasul atau turunnya Al Qur'an? Ataukah saat kemenangan kaum muslimin dalam peperangan?
Ternyata pilihan majelis Khalifah 'Umar tersebut adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah. Karena itulah, kalender islam ini biasa dikenal juga sebagai kalender hijriyah. Kalender tersebut dimulai pada 1 Muharram tahun peristiwa Hijrah atau bertepatan dengan 16 Juli 662 M. Peristiwa hijrah Nabi saw. sendiri berlangsung pada bulan Rabi'ul Awal 1 H atau September 622 M.
Pemilihan peristiwa Hijrah ini sebagai tonggak awal penanggalan islam memiliki makna yang amat dalam. Seolah-olah para sahabat yang menentukan pembentukan kalender islam tersebut memperoleh petunjuk langsung dari Allah. Seperti Nadwi yang berkomentar:
"Ia (kalender islam) dimulai dengan Hijrah, atau pengorbanan demi kebenaran dan keberlangsungan Risalah. Ia adalah ilham ilahiyah. Allah ingin mengajarkan manusia bahwa peperangan antara kebenaran dan kebatilan akan berlangsung terus. Kalender islam mengingatkan kaum muslimin setiap tahun bukan kepada kejayaan dan kebesaran islam namun kepada pengorbanan (Nabi dan sahabatnya) dan mengingatkan mereka agar melakukan hal yang sama."

Jumat, 09 November 2012

SEJARAH TURUNNYA AL-QUR'AN






SEJARAH TURUNNYA AL-QUR’AN















Disusun oleh
ABDURAHMAN
PRODI PENDIDIKAN ISLAM
KONSENTRASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM



MAHASISWA PROGRAM PASCASARJANA
IAIN STS JAMBI
TAHUN 2012




A.    Pengertian dan Waktu Turunnya al-Qur’an
      1.      Pengertian Turunnya al-Qur’an
Turunnya Al-Qur’an ialah peristiwa besar yang sekaligus merupakan pernyataan kedudukan Al-Qur’an itu sendiri bagi langit dan penghuni bumi yang mana penyampaian wahyu dengan perantara Malaikat Jibril as. Kepada Nabi akhir zaman berdasarkan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian.

      2.      Waktu Turunnya al-Qur’an
Turunnya Al-Qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qodar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi (samawi) yang dihuni oleh para malaikat tentang kemuliaan umat nabi Muhammad, sedangkan turunnya Al-Qur’an yang kedua kali secara bertahap berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya.

a.       Turunnya Al-Qur’an sekaligus
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
شهر رمضان الذى أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان (البقرة: 185)
“Bulan ramadhan: bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ayat di atas menyatakan bahwa Al-Qur’an turun pada bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat malam yang penuh dengan berkah dan malam yang mulia dari seribu ulan yakni lailatul qodar. Tapi secara dhohir ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah Saw., yang mana Al-Qur’an turun kepada beliau selama 23 tahun. Dalam hal ini para ulama’ mempunyai 3 madzhab antara lain :

Madzhab pertama: Pendapat ibnu Abbas dan sejumlah ulama’ serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya ulama’ bahwa turunnya Al-Qur’an sekaligus ke baitul izzah di langit dunia pada malam lailatul qodar. Kemudian setelah itu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., selama 23 tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak beliau diutus hingga wafat.

فصل القرآن من الذكر فوضع في بيت العزة فجعل جبريل ينزل به صلى الله عليه وسلم.

“Al-Qur’an itu dipisahkan dari Ad-Dzikr lalu diletakkan di baitul izzah di langit dunia, maka Jibril mulai menurunkannya kepada nabi Muhammad Saw”.

Madzhab kedua: Yaitu ayng diriwayatkan oleh Asy-Sya’bu bahwa permulaan turunnya Al-Qur’an dimulai pada malam lailatul qodar di bulan ramadhan. Kemudian diturunkan secara bertahap sesuai dengan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun.

وقال الذين كفروا لو لا نزل عليه القرآن جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا ولا يأتونك بمثل إلا جئناك بالحق وأحسن تفسيرا (الفرقان: 32-33)
“Dan berkatalah orang-orang kafir mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikian supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacakannya kelompok demi kelompok. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil melainkan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya” (QS. Al-Furqan: 32-33).

Madzhab ketiga: Berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia selama 23 tahun malam lailatul qodar yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qodar itu ditentukan Allah untuk ditentukan pada setiap tahunnya dan jumlah wahyu yang diturunkan ke langit dunia di malam lailatul qodar kemudian diturunkan secara berangsur-angsur pada rasulullah sepanjang tahun.



b.      Turunnya al-Qur’an secara berangsur
“Dan Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar-rohul amin (jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa arab yang jelas”.
وقرآنا فرقناه لتقرأه على الناس على مكث ونزلناه تنزيلا (الإسراء: 106).
“Dan Al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian” (QS. AL-Isra’: 106)

Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dan sebuah surat atau berupa surat yang pendfek secara lengkap dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu kurang lebih 23 tahun yakni 13 tahun waktu Nabi masih tinggal di Makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu Nabi sesudah hijrah ke Madinah.

Al-Qur'an diturunkan dalam 2 periode;
a.     Periode Mekah, yaitu saat Nabi SAW bermukim di Mekah (610-622 M) sampai Nabi SAW melakukan hijrah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa itu disebut ayat-ayat Makkiyah, yang berjumlah 4.726 ayat, meliputi 89 surat.
b.     Periode Madinah, yaitu masa setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah (622-632 M). Ayat-ayat yang turun dalam periode ini dinamakan ayat-ayat Madaniyyah, meliputi 1.510 ayat dan mencakup 25 surat.


B.     Pemeliharaan al-Qur’an pada era Rasul dan Khulafa’ al-rasyidin
1.      Pemeliharaan Al Qur’an Di masa Nabi Muhammad saw
Realitas penghimpunan Al-Quran pada masa nabi dapat dijelaskan dengan point-point sebagai berikut : 
a.       Pengumpulan Al-Quran dalam Penghafalan di masa Nabi.
Para sahabat telah dikenal dengan kecintaan mereka dan semangat mereka dalam menghafal Al-Quran. Dalam kitab sahihnya Bukhari telah mengemukakan adanya tujuh huffadzh di masa sahabat, melalui tiga riwayat. Mereka adalah: 
- Abdullah bin Mas'ud, 
- Salim bin Ma'qal bekas budak Abu Huzaifah, 
- Muaz bin Jabal, 
- Ubai bin Kaab, 
- Zaid bin Sabit, 
- Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda'.
 

b.      Pengumpulan Qur'an dalam Arti Penulisannya pada Masa Nabi 
Beberapa penjelasan terkait penulisan al-Quran dimasa nabi sebagai berikut 
1)   Rasulullah meminta beberapa sahabat untuk menuliskan wahyu
Rasullullah telah mengangkat para penulis wahyu Qur'an dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti Ali, Muawiyah, 'Ubai bin K'ab dan Zaid bin Sabit, bila ayat turun ia memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah, sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan di dalam hati.

2)   Beberapa sahabat berinisiatif menuliskan secara sendiri-sendiri.
Sebagian sahabat menuliskan Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri, tanpa diperintah oleh nabi; mereka menuliskannya pada pelepah kurma , lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit mengatakan : " Kami menyusun Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang "

3)   Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rasulullah baik dalam bentuk hafalan maupun tulisan,

Kenapa al-qur'an tidak dibukukan dalam satu mushhaf (pada masa nabi) ? 
Ada beberapa jawaban yang bisa menjelaskan pertanyaan diatas, diantaranya sebagai berikut, sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Ali Ash-Shobuni dalam At-Tibyan fii Ulumul Qur'annya.
1)      Al-Qur'an diturunkan tidak sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terpisah-pisah. Tidaklah mungkin untuk membukukannya sebelum secara  keseluruhannya selesai.
2)      Sebagian ayat ada yang dimansukh. Bila turun ayat yang menyatakan nasakh, maka bagaimana mungkin bisa dibukukan datam satu buku.
3)      Susunan ayat dan surat tidaklah berdasarkan urutan turunnya. Sebagian ayat ada yang turunnya pada saat terakhir wahyu tetapi urutannya ditempatkan pada awal surat. Yang demikian tentunya menghendaki perubahan susunan tulisan.
4)      Masa turunnya wahyu terakhir dengan wafatnya Rasululah SAW adalah sangat pendek/dekat.Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari dari turunnya ayat tersebut. Dengan demikian masanya sangat relative singkat, yang tidak memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya wahyu.
5)      Belum ada motifasi/ alasan yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur'an menjadi satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada dalam keadaan baik, ahli baca qur'an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi. Berbeda pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga khawatir kalau Al-Qur'an akan lenyap.


      2.      Pemeliharaan Al Qur’an Di masa Abu Bakar Ra
Pada waktu Abu Bakar menjadi khalifah, banyak orang pada murtad sehingga Abu Bakar memerangi mereka. Perang Yamamah (12 H) menyebabkan 70 para sahabat penghafal Al-Quran gugur mati syahid. Umar bin Khatab kawatir , kalau-kalau peperangan di tempat lain akan membunuh banyak penghafal Al-Quran sehingga Al-Quran akan hilang dan musnah. Maka akhirnya Umar mengusulkan dan membujuk Abu Bakar supaya Al-Quran mengumpulkan dan membukukan Al-Quran. Kemudian Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengingat kedudukannya dalam qiraat, penulisan, pemahaman dan kecerdasannya serta kehadirannya pada pembacaan terakhir kali.

Zaid bin Tsabit mulai bekerja dengan bersandar pada hafalan para sahabat dan catatan para sahabat. Kemudian lembaran-lembaran (mushaf) itu di simpan di tangan Abu Bakar sampai wafat 13 H. lalu mushaf berpindah ketangan Umar bin Khatab sampai belia wafat. Lalu mushaf berpindah ketangan Hafsah binti Umar. Pada waktu Utsman menjadi khalifah mushaf di minta Utsman.

Ciri-ciri penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar yaitu :
a.       Seluruh ayat Al-Quran dikumpulkan dan ditulis dalam satu mushaf berdasarkan penelitian yang cermat dan seksama.
b.      Ayat-ayat yang telah mansukh/dinasakh tidak ada.
c.       Seluruh ayat Al-Quran yang ditulis diakui ke mutawatirannya


C.    Pemeliharaan al-Qur’an di era Utsman Bin Affan dan penetapan Mushaf  Standar Usmani

Pada waktu Utsman berkuasa, para sahabat penghafal Quran hidup berpencar, karena daerah Islam semakin luas. Penduduk Syam berguru membaca Al-Quran dengan qiraat Ubay bin Ka’ab. Penduduk Kufah berguru membaca Al-Quran dengan qiraat Abdullah bin Mas’ud dan penduduk Basra berguru membaca Al-Quran dengan qiraat Abu Musa Al-Asy’ari dll.
Khalifah Utsman kawatir dengan melihat keadaan seperti diatas, lalu para sahabat dipanggil semua dan Utsman mengutarakan maksudnya, yaitu bagaimana jalan keluarnya untuk mengatasi masalah yang cukup serius itu. Hasil kesepakatannya adalah mushaf yang ditulis pada masa Abu Bakar disalin kembali menjadi beberapa mushaf dan dikirim kebeberapa daerah. Dan dibentuklah tim yang terdiri dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id bin Ash, dan Abdullah bin Harits bin Hisyam.
Utsman minta mushaf yang disimpan Siti Hafsah diserahkan kepadanya lalu mushaf diserahkan kepada tim untuk disalin kembali dan setelah selesai dikembalikan ke Siti Hafsah kembali. Setelah mushaf hasil kerja tim selesai maka diperbanyak dan dikirim ke berbagai daerah. Mushaf-mushaf lain ada pada waktu itu supaya dibakar. Penulisan mushaf kembali pada masa Khalifah Utsman telah menjadi rujukan umat Islam dan menghilangkan perselisihan serta perpecahan di antara mereka waktu itu.
Ciri-ciri mushaf pada khalifah Utsman bin Affan yaitu :
           1.      Semua ayat Al-Quran berdasarkan riwayat yang mutawatir.
           2.      Ayat-ayat yang dimansukh/dinasakh tidak ada.
          3.      Surah-surah atau ayat-ayatnya ditulis dengan tertib sebagaimana Al-Quran yang berada ditangan umat     
                Islam sekarang ini.
          4.      Pendapat sahabat nabi sebagai penjelasa ayat tidak ditulis.
          5.      Mushaf yang ditulis mencakup tujuh huruf dimana Al-Quran diturunkan.
Mushaf yang ditulis pada masa Utsman tidak memiliki berharakat dan tanda titik. Setelah umat Islam bertambah banyak mereka kesulitan dalam membaca. Maka pada masa Khalifah ‘Abdul Malik (685-705) dilakukan penyempurnaan. Dua orang yang berjasa adalah ‘Ubaidillah bin Ziyad (w 67H) dan Hajaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi (w 95h). Penyempurnaan dilakukan secara bertahap sampai abad 3 H (akhir abad 9 M). ada tiga orang yang disebut-sebut sebagai pemberi tanda titik pada mushaf Utsman, yaitu Abu Al-Aswad Ad-Du’ali, Yahya bin Ya’mar (45-129 H) dan Nashr bin ‘Ashim Al-Laits (w 89 H). Yang meletakkan hamzah, tasydid, ar-raum dan Al-isymam adalah Al-Khalil bin Ahmad Al-Farabi Al-Azdi.
Khalifah Al-Walid (86-96 H) memerintahkan Khalid bin Abi Al-Hyyaj untuk menulis mushaf Al-Quran. Tahun 1530 M pertama kali Al-Quran dicetak di Bunduqiyah, ketika dikeluarkan, penguasa gereja memerintahkan supaya Al-Quran dimusnahkan.
Kemudian dicetak kembali : 
            1.       Tahun 1694 M dicetak kembali oleh orang Jerman bernama Hinkelman di Hamburgh (Jerman). 
            2.      Tahun 1698 dicetak oleh Marracci di Padoue.
            3.      Tahun 1787 dicetak dengan label Islam oleh Maulaya ‘Utsman di Sain Petesbourg Uni Soviet 
                  (Rusia). 
            4.       Tahun 1248H / 1828 M dicetak di Teheran Iran.
            5.       Tahun 1833 dicetak di Tabris.
            6.       Tahun 1834 di cetak di Leipzig Jerman.
            7.       Tahun 132 H / 1923 M di Negara Arab, Raja Fuad dari Mesir membentuk panitia
khusus yang dipelopori para Syeikh Al-Azhar untuk penerbitan Al-Quran. Mushaf yang pertama terbit di Negara Arab ini sesuai dengan riwayat Hafsah atas qiraat ‘Ashim . setelah itu Al-Quran banyak dicetak di negara-negara lain.
Pada masa sekarang, pengawasan ada di bawah lajnah pentashih Qur’an di bawah DepartemenAgama RI. Di negara­ negara Islam pun terdapat badan yang serupa. Berkat kemajuan tehnologi umat Muslim telah diuntungkan -khususnya dalam masalah Qur’an-. Kini umat Muslim bisa mendengarkan alunan ayat-ayat al-Qur’an dari manapun di penjuru dunia tanpa merasa asing akan bacaan mereka.


Senin, 17 September 2012

ETOS KERJA DALAM PANDANGAN ISLAM


Suatu hari Rasulullah SAW. berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasul melihat tangan Sa’ad melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari. “Kenapa tanganmu?” tanya Rasul kepada Sa’ad. “Wahai Rasullullah,” jawab Sa’ad, “Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”. Seketika itu beliau mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang yang tidak akan pernah tersentuh api neraka”.

Istilah etos kerja terdiri dari dua kata yaitu etos dan kerja. Kata “etos” berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti sikap, kepribadian, karakter, watak, keyakinan atas sesuatu. Sedangkan kata “kerja” berarti usaha untuk melalukan sesuatu dengan perencanaan dan tanggung jawab. Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya menyelaraskan kehidupan duniawi dan akhirat, keduanya tidak dapat terpisahkan. Dalam islam kerja sesungguhnya bentuk implemantasi dari penciptaannya di bumi, sebagai khalifah fil ardhi, manusia dalam wujud fisiknya di perintahkan untuk memakmurkan bumi dan alam semesta.
129497558183216665
Bekerja merupakan ibadah dan harga diri sebagai Manusia
Alangkah mulianya ajaran dalam Islam tentang etos kerja, ajaran etos kerja juga telah di contohkan Rasulullah. Ketika masa remaja Rasulullah merupakan seorang pedagang yang ulet, beliau berdagang jauh sampai ke Syam (Suriah sekarang). Berkat kerja keras itu usaha dagang Rasulullah berkembang. Bahkan ketika resmi di angkat sebagai Rasul dan pemimpin umat semangat kerja Nabi Muhammad tidaklah kendor, urusan dunia dari pemerintahan, ekonomi sampai membuat benteng untuk strategi militer tetap dikerjakan.
Jauh sebelum periode kenabian Muhammad para Rasul juga di ajarkan untuk memelihara etos kerjanya, Nabi Nuh pandai membuat Kapal, Nabi Musa seorang pengembala, Nabi Sulaiman seorang insiyur yang hebat, Nabi Yusuf seorang akuntan, Nabi Zakaria seorang tukang kayu, Nabi Isa seorang tabib yang mumpuni dll (lebih lengkap silahkan lihat tulisan saya sebelumnya tentang etos kerja Nabi Allah). Padahal kalau Allah berkehendak para Nabi yang membawa misi untuk menyeru menyembah hanya satu Tuhan bisa hidup dengan parlente, hidup bergelimang kemewahan.  Di sini Allah memberikan hikah kepada manusia, Nabi (utusan Allah) tidak hanya menyeru manusia menyembah Satu Tuhan tapi juga menyeru manusia untuk memakmurkan alamnya.
Etos kerja tidak bisa dilepaskan dari bekerja profesional diawali dengan Bismilllah dengan niat karena Allah (innamal amalu binniyat). Dalam konsep sederhana manajemen modern Etos Kerja harus sesuai dengan prinsip-prinsip Manajemen yaituplanning, organizing, staffing, directing dan controling. Dalam Islam di kenal dengan istilah ihsan, Menurut Nurcholis Madjid, ihsan berarti optimalisasi hasil kerja dengan jalan melakukan pekerjaan itu sebaik mungkin, bahkan sesempurna mungkin. “Dan carilah apa yang dianugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dunia, dan berbuat ihsanlah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat ihsan kepadamu , dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (28:77).
Seringkali umat Islam terjebak dengan istilah Tawakkal dan Qanaah. Tawakkal di artikan menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah termasuk urusan perut dan rejeki, begitu pula Qanaah yang hanya di artikan sempit merasa ridha dan bersyukur dengan rejeki yang ada sekarang. Padahal konsep sejati dari Islam adalah mendahulukan konsep bekerja baru bertawakkal kepada sang pencipta. Dan qanaah tidak menjadikan muslim cepat berpuas dengan rejeki yang di beri, bukankah Allah itu maha kaya dan tidak membatasi kekayaaan kita sepanjang kekayaan yang di ridhai Allah.
12949760721891711406
Calon jemaah haji yang memenuhi panggilan Allah
Setiap muslim harusnya bersyukur, karena agama ini mendorong kita untuk memiliki etos kerja. Kehidupan dunia mesti diseimbangkan dengan penanaman modal akherat (PMA),“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beliYang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS:62:9). Ayat ini jelas memerintahkan kita mencari modal untuk akherat (perintah shalat jumat) lalu kemudian jangan melupakan tugas yang lain, untuk kehidupan dunia, ada diri sendiri untuk di hidupi, anak, istri, keluarga dan kerabat dll.
Belum lagi dalam rukun islam ada perintah zakat dan ibadah haji yang hanya bisa di lakukan bila harta mencukupi. Tentunya harta di dapatkan dengan kerja, lagi-lagi tersirat kita di ajarkan untuk mencari harta dunia. Jadi salah besar pandangan yang menilai islam dan umatnya hanya untuk orang-orang malas dan melarat.
Dalam daftar rillis tahunan majalah Forbes tentang orang kaya dunia, dalam peringkat 100 besar oarng kaya dunia sangat jarang kita jumpai muslimin masuk dalam rangking tersebut, seingat saya hanya ada Prince Alwaleed Bin Talal Alsaud (Saudi Arabia) dan Azim Hasham Premij (India). Padahal banyak ayat dalam Quran yang memotivasi kerja kita “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”(QS:67:15)
Dalam 10 tahun terakhir muncul fenomena orang kaya dari timur tengah, mereka banyak membeli aset dan menjadi pemilik sejumlah perusahaan di benua Eropa. Tidak itu saja kebangkitan ekonomi Islam juga kemudian memoderenisasi negeri-negeri Islam di Jazirah Arab dan kawasan Asia lainnya. Semoga Etos kerja ini bisa menjadikan kaum muslimin bisa mandiri.

Selasa, 22 Mei 2012

Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Powerpoint dalam Pembelajaran



PEMANFAATAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT 
DALAM PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN


A.       Latar Belakang Masalah
Proses belajar mengajar atau proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan kurikulum di dalam suatu lembaga pendidikan. Agar mengenai sasaran tujuan siswa untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan maka ada beberapa metode atau teknik. Untuk pencapaian tujuan pendidikan diperlukan metode supaya bahan pembelajaran sampai kepada siswa dengan mudah. Di dalam metode atau teknik pembelajaran ada aspek pendukung misalnya saja metode dan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar.

Dengan berkembangnya teknologi informatika yang sangat cepat, ada beberapa pilihan media pembelajaran. Salah satunya menggunakan komputer untuk menjadi media pembelajaran yang dipergunakan untuk siswa. Komputer dapat juga sebagai alat komunikasi melalui internet yang berfungsi untuk mancari informasi di dunia.

Teknologi komputer merupakan sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus yaitu hubungan atau interaksi manusia, realita, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Sehingga pembelajaran akan lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar atau guru merupakan orang yang mempunyai kemampuan untuk merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima stimulus itu dengan program komputer.

Jalan keluarnya adalah merealisasikan stimulus-stimulus itu dalam program komputer dengan menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint sehingga dengan demikian para pengajar akan dengan mudah merealisasikan ide-ide pengajarannya. Untuk itu makalah ini membicarakan tentang “Pemanfaatan aplikasi Microsoft PowerPoint Dalam Pembelajaran.
B.     Manfaat Penulisan Makalah
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk Menambah wawasan pembaca tentang bagaimana cara mengajar menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Media Pembelajaran
1.      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (               ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[1]

(Association for Education and Communication Technology (AECT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.[2]

Media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.[3]

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat.
1.   Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi belajar
2.   Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa.
3.   Selain itu media juga harus merangsang siswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru.
4.   Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajaran dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.[4]

Dari uraian di depan dapat ditarik kesimpulan, bahwa media adalah segala sesuatu ( alat atau benda ) yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada dirinya untuk memperoleh pengalaman di dalam hidupnya.

2.   Penggunaan Media
Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan pengetahuan. Di dalam komunikasi sering terjadi penyimpangan sehingga komunikasi tersebut kurang efektif dan tidak efisien yang antara lain disebabkan oleh adanya ketidaksiapan siswa, kurang minat siswa dan tidak menyenangkan di dalam proses belajar mengajar.

Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan tersebut dengan menggunakan media di dalam proses belajar mengajar. Mengingat bahwa fungsi media dalam proses ini sebagai penyaji stimulus dan juga untuk meningkatkan penerimaan informasi.

Media mempuyai nilai-nilai praktis sebagai berikut :
a.       Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
Pengalaman masing-masing siswa tidak sama di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan macam pengalaman yang dimiliki siswa. Dua anak yang hidup di dua lingkungan yang berbeda akan mempuyai pengalaman yang berbeda pula. Dalam hal ini media dapat mengatasi perbedaan ini.[5]

b.      Media dapat mengatasi ruangan kelas
Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh beberapa siswa di dalam kelas, seperti obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan-gerakan yang akan diamati terlalu cepat. Melalui media kesukaran di atas dapat diatasi.

c.       Media memungkinkan adanya interaksi langsung dengan lingkungan.
Pengetahuan yang diperoleh siswa akan secara bersama-sama berkembang dari segi pengamatan. Misalnya saja mengenai pembelajaran Candi Borobudur sekolah yang berasal dari desa maupun yang dari kota perolehan ilmu yang akan diperoleh sama. Tidak ada perbedaan yang jauh karena menggunakan media yang sama.

d.      Media dapat menghasilkan keseragaman
Pengamatan yang dilakukan oleh siswa dapat secara bersama-sama diarahkan kepada hal-hal yang dapat dianggap penting sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

e.       Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realitas.
Penggunaan media seperti gambar, film, model, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar karena media tersebut memberikan informasi.

f.        Media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru
Dengan menggunakan media, pengetahuan siswa bertambah luas, persepsi semakin tajam dan konsep-konsep dengan sendirinya semakin lengkap. Akibatnya keinginan dan minat baru untuk belajar selalu timbul.

g.       Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
Pemasangan gambar di papan tulis, pemutaran film dan mendengarkan program audio, dapat menimbukan rangsangan-rangsangan tertentu ke arah keinginan untuk belajar.

h.       Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari yang konkret sampai yang abstrak integral sendiri memiliki arti satu kesatuan, dengan demikian pembelajaran bersifat kesatuan.


3.   Kriteria Pemilihan Media
Media adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Tetapi perlu diingat akan adanya beraneka ragaman serta masing-masing media mempunyai karakteristik sendiri oleh karena itu guru harus dengan cermat memilih sarana yang paling tepat.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam memilih media dengan tujuan yang hendak dicapai, ketepatgunaan, keadaan siswa, dan biaya.[6]
a.       Tujuan Penggunaan Media
Media yang kita pilih hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Masalah tujuan ini adalah kriteria yang paling pokok, sedangkan yang lainnya merupakan kelengkapan dari kriteria utama ini. Karena kriteria-kriteria yang lain hanyalah sebagai penjabaran dari tujuan di dalam mengunakan media.[7]

Bila tujuan pengajaran itu agar siswa dapat melafalkan kata-kata dengan baik, maka audio yang paling tepat, tapi tujuannya agar siswa dapat memahami isi bacaan, maka media cetak yang lebih tepat.

b.   Ketepatgunaan Penggunaan Media
Menggunakan media sesuai dengan fungsinya, sehingga di dalam penggunaan alat tepat misalnya saja di dalam materi yang dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari suatu benda, maka gambar seperti bagan, dapat digunakan. Sedangkan kalau yang dipelajari adalah aspek-aspek yang menyangkut gerak, maka media film atau video lebih tepat[8]
c.   Keadaan siswa
Di dalam menyampaikan materi pokok yang menggunakan media hendaknya guru lebih memperhatikan dalam pemilihan materi karena kesenjangan lingkungan juga dapat mempengaruhi. Misalnya saja guru di Kalimantan menjelaskan tentang alat transportasi kereta api maka tidak mungkin disana ada kereta api, maka kita hendaknya membawa miniatur atau sebuah program media yang mungkin cocok untuk tujuan tersebut. Disamping kemampuan-kemampuan dan kesiapan siswa kita yang akan mempergunakan media, besar kecilnya kelompok juga mempengaruhi peggunaan media.[9]

4.   Biaya Penggunaan Media
Kriteria yang tidak kalah pentingnya adalah masalah biaya. Biaya yang hendaknya seimbang dengan hasil yang dicapai. Apa bila dengan media yang lebih sederhana dapat dipergunakan lebih baik menggunakan media yang sederhana saja apa bila tujuan sudah dapat terpenuhi.[10]


4.   Jenis-jenis Media
a.   Media Visual
Media Visual merupakan alat penyampai pesan yang berbentuk video atau gambar. Visual dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.[11]

Yang termasuk media ini adalah :
1)   Gambar
Di antara media pendidikan, gambar merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana.[12]

2)   Kartun
Kartun adalah suatu gambar yang menggunakan simbolisme dan seringkali melebih-lebihkan secara berani untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat atas suatu sifat seseorang, kejadian-kejadian tertentu.[13]


b.    Media Dengar
Media dengar merupakan alat penyampaikan audia atau suara yang dihasilkan melalui alat elektronik. Yang termasuk media ini adalah :
1)   Radio
Radio merupakan salah satu medium untuk belajar, yang harganya relatif murah, variasi programnya lebih banyak dari TV dapat di bawa kemana-mana atau pindah ruangan.[14]

2)   Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa merupakan alat untuk melatih siswa mendengar dan mengucapkan dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan meteri pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah tape. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri di dalam kotak akustik dan tahan bunyi. Siswa mendengar suara guru yang duduk di ruangan kontrol lewat headphone, mendengar apa yang diucapkan. Pada saat siswa menirukan itu dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphone (alat pendengar) , sehingga siswa dapat membandingkannya dengan suara guru.[15]


c.    Projected Still Media
Projector Still media merupakan alat untuk menampilkan gambar transparansi. Salah satu alat tersebut ialah : Overhead Projector (OHP).

Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik huruf, lambing, gambar, grafik atau gabungannya pada lembaran bahan tembus pandang atau plastic yang dipersiapkan untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.[16]


d.    Projected Motion Media
Media gerakan yang diproyeksikan untuk menampilkan suatu gambar dan suara.
1)   Televisi
Televisi adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang.[17]

Televisi merupakan medium pendidikan yang memiliki kelebihan-kelebian tertentu. Misalnya TV merupakan medium yang menarik, setiap ada perkembangan selalu siap diterima anak-anak mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah. Sifatnya langsung dan nyata, dengan mengunakan TV siswa langsung tahu kejadian-kejadian mutakhir, mereka bisa adakan kontak langsung dengan orang-orang besar dan terkenal dalam bidangnnya, melihat dan mendengar mereka berbicara. Namun media ini hanya bersifat komunikasi satu arah tidak ada timbal balik.[18]

2)   Komputer
Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit.[19]

Pemanfaatan computer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan pembelajaran dengan bantuan computer dikembangkan dalam beberapa format, antara lain drills and practice, tutorial, simulasi, permainan, dan discovery.



B.     PENGENALAN MICROSOFT POWERPOINT
1.      Pengertian Microsoft PowerPoint
Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi Microsoft Office. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007. Pengertian umum dari Microsoft PowerPoint 2007 Merupakan program aplikasi untuk presentasi. Untuk membuat presentasi diawali dengan membuat kerangka atau outline, kemudian menyiapkan slide yang baik dengan tampilan yang menarik.

2.      Fungsi Microsoft PowerPoint
Fungsi dari Microsoft PowerPoint  atau program presentasi adalah untuk pengajar atau pembicara seminar yang biasanya membahas materi untuk dipresentasikan. Microsoft PowerPoint dapat juga digunakan untuk membantu merancang dan menyajikan presentasi. Presentasi yang dibuat dapat berisi tampilan teks maupun grafis yang terbagi dalam slide.[20]

3.      Tahap-tahap Membuat Presentasi
Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan di dalam pembuatan presentasi yaitu :
a.   Tahap Persiapan
Penggunaan presentasi diawali dengan membuat perencanaan terlebih dahulu apa yang akan dipresentasikan atau materi yang akan dibahas untuk pembuatan slide. Adapun tahap ini meliputi :
1)   Memilih tema atau konsep-konsep yang akan dipelajari
2)   Mempersiapkan bahan pendukung misalnya dengan gambar, film, sound, dan animasi.

b.   Tahap Pelaksanaan
Membuka aplikasi Microsoft PowerPoint pada komputer, pada menu star kemudian membuat slide-slide (luncuran) yang akan ditampilkan untuk membantu di dalam menyampaikan materi pembelajaran tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan slide.
1)   Pertama pembuatan slide harus runtut dalam penyampaian materi supaya pembelajaran tidak terkesan kembali ke materi awal.
2)   Kedua penggunaan background hendaknya pemilihan warna atau gambar yang tepat. Agar tulisan atau hal yang akan dijelaskan lebih terlihat.
3)   Ketiga bahan pendukung seperti sound dan animasi supaya diperhatikan sesuai dengan materi agar terlihat serasi dan indah.

c.   Tahap akhir
Untuk melihat hasil pembuatan menggunakan slide show yang merupakan tampilah seluruh halaman atau full screen presentasi. Dalam tampilan ini semua efek dan komponen animasi dimainkan. Jadi tampilan pada slide show merupakan tampilan akhir presentasi.[21]



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang Pemanfaatan Aplikasi Microsoft PowerPoint Dalam Pembelajaran  maka penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.   Media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

2.   Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi Microsoft Office. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer.

B.     Saran
Peran media aplikasi Microsoft PowerPoint  komputer sangat penting bagi siswa sehingga diharapkan setiap sekolah :
1.   Memiliki laboratorium komputer atau minimal pendidik mengenalkan dalam metode pembelajaran, dengan demikian siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memperoleh hasil yang akan dicapai.

2.   Bagi pendidik yang kurang akrab dengan media ini disarankan agar mengikuti kursus komputer atau bertanya kepada orang yang lebih tahu akan aplikasi Microsoft PowerPoint.

3.   Akan lebih mudah lagi apabila Sekolah sudah memiliki jaringan internet untuk mencari informasi-informasi tentang kemajuan dunia pendidikan.





DAFTAR PUSTAKA


http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.doc
Supriyanto Sutatmi, 2005, Teknologi Informatika dan Komunikasi 2, Klaten : Yudhistira.

Zainuddin. 1984, Pusat Sumber Belajar, Jakarta : Depdibud.
Azhar Arsyad, 2011, Media Pembelajaran, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Christopher Lee, 2011, 175 Tip Profesional PowerPoi


[1] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011, hlm. 3
[2] Zainuddin.. Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Depdibud, 1984, hlm. 35
[3] http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/ OudaTedaEna.doc
[5] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 3
[6] Ibid, hlm. 38
[7] Ibid,.
[8] Ibid,.
[9] Ibid,.
[10] Ibid,. hlm. 39
[11] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 91
[12] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 39
[13] Ibid,. hlm 42
[14] Ibid., hlm. 43
[15] Ibid., hlm. 45
[16] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 42
[17] Ibid., hlm 51
[18] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 50
[19] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 53
[20] Sutatmi, Supriyanto.. Teknologi Informatika dan Komunikasi 2. Klaten : Yudhistira, 2005, hlm. 2
[21] Ibid., hlm 7

Praktik Baik "Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran pada Tatap Muka Terbatas"

Pandemi masih melanda Negeri ini, Dunia Pendidikan ikut mendapat imbasnya. Sejah awal tahun 2020 Pembelajaran Tatap Muka berubah menjadi Pem...