Selamat Datang di Blog Pribadi Abdurahman "Semoga Bermanfaat"

Gambar Slide

Selasa, 30 Juni 2015

Kajian QS. Al-Fatihah

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧ 1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 4. Yang menguasai di Hari Pembalasan 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Di dalam Surat ini banyak mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu: 1. Keimanan: Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah. 2. Hukum-hukum: Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran. 3. Kisah-kisah: Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. Read more: http://www.cakrawawasan.com/2013/07/isi-kandungan-yang-terdapat-dalam-surah.html#ixzz3eXx38Vrg

Sabtu, 04 April 2015

Ungkapan Hati Seorang Pelajar

Sekolahku Rumah Keduaku (Goresan Hati Siswa)
By. Abdurahman, S.Pd.I

Rumah adalah tempat berteduh dari sengatan terik matahari, rumah adalah tempat berlindung dikala hujan turun, rumah adalah tempat beristirahat ketika lelah, dan rumah adalah tempat bermimpi indah tatkala mata tidak mampu lagi memandang problematika hidup yang beranekaragam.
Ayah, ibu, dan saudara adalah penghuni rumah yang dijadikan tempat pencurahan segala problem hidup yang dijalani sehari-hari. Kebahagiaan dan kesedihan pasti akan dialami oleh siapapun, maka keluargalah tempat berbagi kebahagiaan dan keluargalah tempat mencurahkan kesedihan.
Setiap orang pasti menginginkan rumahnya bersih, tumbuh pohon-pohon rindang disekelilingya yang mampu menyejukkan seluruh isi rumah dari gerah dan panasnya sinar matahari. Begitu juga aku! Aku hidup disebuah rumah kecil tapi luas dengan kegembiraan, luas dengan kebahagiaan, luas dengan kasih sayang kedua orang tua.
Aku hidup tidak hanya sebatas rumah dan keluargaku. Aku adalah seorang anak manusia yang sedang mencari jati diri dan menapaki suramnya kehidupan masa depan yang belum pasti. Masa depan yang masih dihalangi oleh waktu yang harus dilalui dengan penuh perjuangan.  
Aku adalah seorang siswa, yang separoh hariku kuhabiskan dirumah keduaku. Tempat dimana aku menuntut ilmu demi masa depanku, demi cita-citaku yang telah ku goreskan dalam harapanku.
Dirumah keduaku ini aku sandarkan segala impianku, segala harapanku, dan segala masa depanku. Masa depan yang akan menarikku menuju kepada kebahagiaan yang sebenarnya. karena aku yakin ditempat inilah aku akan mengetahui segala kemampuanku, segala minat dan bakatku sehingga aku mampu untuk menyalurkan segala kreatifitasku.
Dirumah keduaku ini, aku berteduh dari panasnya persaingan pendidikan dan berlindung dari hujan kebodohan, Serta tempat aku bersembunyi dari kejaran pengaruh perkembangan teknologi.
Dirumah keduaku ini, aku juga mengenal teman-teman yang sama-sama menyandarkan harapan masa depannya. Aku juga mengenal guru-guru yang menjadi panutan dan yang akan membimbingku dalam meraih masa depanku yang masih jauh. Aku mengenal lingkungan-lingkunganku, lingkungan dimana tempat aku mengetahui apa yang tidak aku ketahui, tempat aku mendewasakan diri ketika aku belum dewasa, tempat dimana aku menuntut ilmu untuk mengisi kekosongan dalam pikiranku. Itulah sekolahku rumah keduaku.
Untuk melengkapi goresan ini agar lebih menyentuh perasaan dan mengetuk suasana hati, ku tuangkan dalam bentuk bait-bait puisi yang indah berikut:
SEKOLAH  RUMAH KEDUAKU

Langkah pertamaku..

Langkah yang menuntunku meraih cita dan harapanku..
Ku sandang tasku dan ku rangkul bukuku..
Ku telusuri jalan panjang demi menggapaimu oh..sekolahku

Kau adalah rumah kedua bagiku
Tempatku berteduh dari panasnya persaingan pendidikan
Tempatku berlindung dari hujan kebodohan
Dan tempatku memperoleh benih pengetahuan
yang kemudian ku tanam di benakku
Agar menjadi ilmu yang berguna bagiku
Untuk masa depanku

Oh Sekolahku ..
Kau adalah tempat terindah bagiku
Tempatku berbagi canda tawa
Tempatku menenangkan diri dari semua kegundahan hati yang menyelimuti

Meskipun rupamu yang begitu kecil di mata orang
Tapi bagiku kau adalah gudang ilmu terluas yang pernah ku miliki
Meskipun wujudmu tak begitu indah bagi mereka
Tapi untukku kau adalah hal yang terindah yang menghiasi hidupku
Sekolahku rumah keduaku
Kau adalah harapanku ..
Kau adalah impianku..
Teduhi aku, lindungi aku, bimbingi aku untuk meraih cita-citaku

Praktik Baik "Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran pada Tatap Muka Terbatas"

Pandemi masih melanda Negeri ini, Dunia Pendidikan ikut mendapat imbasnya. Sejah awal tahun 2020 Pembelajaran Tatap Muka berubah menjadi Pem...