PEMANFAATAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT
DALAM PEMBELAJARAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Proses
belajar mengajar atau proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan
pelaksanaan kurikulum di dalam suatu lembaga pendidikan. Agar mengenai sasaran
tujuan siswa untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan maka ada beberapa
metode atau teknik. Untuk pencapaian tujuan pendidikan diperlukan metode supaya bahan
pembelajaran sampai kepada siswa dengan mudah. Di dalam metode atau teknik
pembelajaran ada aspek pendukung misalnya saja metode dan media pembelajaran
sebagai alat bantu mengajar.
Dengan
berkembangnya teknologi informatika yang sangat cepat, ada beberapa pilihan
media pembelajaran. Salah satunya menggunakan komputer untuk menjadi media
pembelajaran yang dipergunakan untuk siswa. Komputer dapat juga sebagai alat
komunikasi melalui internet yang berfungsi untuk mancari informasi di dunia.
Teknologi
komputer merupakan sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau
semua bentuk stimulus yaitu hubungan atau interaksi manusia, realita, gambar
bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Sehingga pembelajaran akan
lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang
dibayangkan. Pengajar atau guru merupakan orang yang mempunyai kemampuan untuk
merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun
kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima
stimulus itu dengan program komputer.
Jalan
keluarnya adalah merealisasikan stimulus-stimulus itu dalam program komputer
dengan menggunakan aplikasi Microsoft
PowerPoint sehingga dengan demikian para pengajar akan dengan mudah
merealisasikan ide-ide pengajarannya. Untuk itu makalah ini membicarakan
tentang “Pemanfaatan aplikasi Microsoft
PowerPoint Dalam Pembelajaran”.
B.
Manfaat
Penulisan Makalah
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk Menambah wawasan
pembaca tentang bagaimana cara mengajar menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Media
Pembelajaran
1.
Pengertian
Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti
‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam
bahasa Arab, media adalah perantara ( ) atau pengantar pesan dari
pengirim kepada penerima pesan.[1]
(Association
for Education and Communication Technology (AECT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang
dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education
Association (NEA) mengartikan
media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan dilihat, didengar,
dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan
tersebut.[2]
Media
pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan
pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar,
pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana
penyampai pesan atau media.[3]
Media
pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat.
1. Media pembelajaran harus meningkatkan
motivasi belajar
2. Penggunaan media mempunyai tujuan
memberikan motivasi kepada siswa.
3. Selain itu media juga harus merangsang
siswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan
belajar baru.
4. Media yang baik juga akan mengaktifkan
pembelajaran dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa
untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.[4]
Dari uraian di
depan dapat ditarik kesimpulan, bahwa media adalah segala sesuatu ( alat atau
benda ) yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat merangsang pikiran, perasaan,
dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada
dirinya untuk memperoleh pengalaman di dalam hidupnya.
2.
Penggunaan Media
Proses belajar
mengajar merupakan proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas
merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran
untuk mengembangkan pengetahuan. Di dalam komunikasi sering terjadi
penyimpangan sehingga komunikasi tersebut kurang efektif dan tidak efisien yang
antara lain disebabkan oleh adanya ketidaksiapan siswa, kurang minat siswa dan
tidak menyenangkan di dalam proses belajar mengajar.
Salah satu usaha
untuk mengatasi keadaan tersebut dengan menggunakan media di dalam proses
belajar mengajar. Mengingat bahwa fungsi media dalam proses ini sebagai penyaji
stimulus dan juga untuk meningkatkan penerimaan informasi.
Media mempuyai
nilai-nilai praktis sebagai berikut :
a.
Media dapat
mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
Pengalaman masing-masing
siswa tidak sama di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan
macam pengalaman yang dimiliki siswa. Dua anak yang hidup di dua lingkungan
yang berbeda akan mempuyai pengalaman yang berbeda pula. Dalam hal ini media
dapat mengatasi perbedaan ini.[5]
b.
Media dapat
mengatasi ruangan kelas
Banyak hal yang sukar untuk
dialami secara langsung oleh beberapa siswa di dalam kelas, seperti obyek yang
terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan-gerakan yang akan diamati terlalu
cepat. Melalui media kesukaran di atas dapat diatasi.
c.
Media memungkinkan
adanya interaksi langsung dengan lingkungan.
Pengetahuan yang diperoleh
siswa akan secara bersama-sama berkembang dari segi pengamatan. Misalnya saja
mengenai pembelajaran Candi Borobudur sekolah yang berasal dari desa maupun
yang dari kota
perolehan ilmu yang akan diperoleh sama. Tidak ada perbedaan yang jauh karena
menggunakan media yang sama.
d.
Media dapat
menghasilkan keseragaman
Pengamatan yang dilakukan
oleh siswa dapat secara bersama-sama diarahkan kepada hal-hal yang dapat
dianggap penting sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
e.
Media dapat
menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realitas.
Penggunaan media seperti
gambar, film, model, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar
karena media tersebut memberikan informasi.
f.
Media dapat
membangkitkan keinginan dan minat baru
Dengan menggunakan media,
pengetahuan siswa bertambah luas, persepsi semakin tajam dan konsep-konsep
dengan sendirinya semakin lengkap. Akibatnya keinginan dan minat baru untuk
belajar selalu timbul.
g.
Media dapat
membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
Pemasangan gambar di papan
tulis, pemutaran film dan mendengarkan program audio, dapat menimbukan
rangsangan-rangsangan tertentu ke arah keinginan untuk belajar.
h.
Media dapat
memberikan pengalaman yang integral dari yang konkret sampai yang abstrak
integral sendiri memiliki arti satu kesatuan, dengan demikian pembelajaran
bersifat kesatuan.
3.
Kriteria Pemilihan Media
Media adalah
salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Tetapi
perlu diingat akan adanya beraneka ragaman serta masing-masing media mempunyai
karakteristik sendiri oleh karena itu guru harus dengan cermat memilih sarana
yang paling tepat.
Adapun beberapa
hal yang perlu diperhatikan di dalam memilih media dengan tujuan yang hendak
dicapai, ketepatgunaan, keadaan siswa, dan biaya.[6]
a.
Tujuan Penggunaan
Media
Media yang
kita pilih hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Masalah
tujuan ini adalah kriteria yang paling pokok, sedangkan yang lainnya merupakan
kelengkapan dari kriteria utama ini. Karena kriteria-kriteria yang lain
hanyalah sebagai penjabaran dari tujuan di dalam mengunakan media.[7]
Bila tujuan
pengajaran itu agar siswa dapat melafalkan kata-kata dengan baik, maka audio
yang paling tepat, tapi tujuannya agar siswa dapat memahami isi bacaan, maka
media cetak yang lebih tepat.
b. Ketepatgunaan
Penggunaan Media
Menggunakan
media sesuai dengan fungsinya, sehingga di dalam penggunaan alat tepat misalnya
saja di dalam materi yang dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari
suatu benda, maka gambar seperti bagan, dapat digunakan. Sedangkan kalau yang
dipelajari adalah aspek-aspek yang menyangkut gerak, maka media film atau video
lebih tepat[8]
c. Keadaan siswa
Di dalam
menyampaikan materi pokok yang menggunakan media hendaknya guru lebih memperhatikan
dalam pemilihan materi karena kesenjangan lingkungan juga dapat mempengaruhi.
Misalnya saja guru di Kalimantan menjelaskan tentang alat transportasi kereta
api maka tidak mungkin disana ada kereta api, maka kita hendaknya membawa
miniatur atau sebuah program media yang mungkin cocok untuk tujuan tersebut.
Disamping kemampuan-kemampuan dan kesiapan siswa kita yang akan mempergunakan
media, besar kecilnya kelompok juga mempengaruhi peggunaan media.[9]
4. Biaya
Penggunaan Media
Kriteria
yang tidak kalah pentingnya adalah masalah biaya. Biaya yang hendaknya seimbang
dengan hasil yang dicapai. Apa bila dengan media yang lebih sederhana dapat
dipergunakan lebih baik menggunakan media yang sederhana saja apa bila tujuan
sudah dapat terpenuhi.[10]
4.
Jenis-jenis Media
a. Media Visual
Media
Visual merupakan alat penyampai pesan yang berbentuk video atau gambar. Visual
dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi
pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya
ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan
visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.[11]
Yang
termasuk media ini adalah :
1) Gambar
Di antara
media pendidikan, gambar merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar
merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana.[12]
2) Kartun
Kartun
adalah suatu gambar yang menggunakan simbolisme dan seringkali melebih-lebihkan
secara berani untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat atas suatu sifat
seseorang, kejadian-kejadian tertentu.[13]
b. Media Dengar
Media
dengar merupakan alat penyampaikan audia atau suara yang dihasilkan melalui
alat elektronik. Yang termasuk media ini adalah :
1) Radio
Radio
merupakan salah satu medium untuk belajar, yang harganya relatif murah, variasi
programnya lebih banyak dari TV dapat di bawa kemana-mana atau pindah ruangan.[14]
2) Laboratorium
bahasa
Laboratorium
bahasa merupakan alat untuk melatih siswa mendengar dan mengucapkan dalam
bahasa asing dengan jalan menyajikan meteri pelajaran yang disiapkan
sebelumnya. Media yang dipakai adalah tape. Dalam laboratorium bahasa siswa
duduk sendiri-sendiri di dalam kotak akustik dan tahan bunyi. Siswa mendengar
suara guru yang duduk di ruangan kontrol lewat headphone, mendengar apa
yang diucapkan. Pada saat siswa menirukan itu dia juga mendengar suaranya
sendiri lewat headphone (alat
pendengar) , sehingga siswa dapat membandingkannya dengan suara guru.[15]
c. Projected
Still Media
Projector
Still media merupakan alat untuk menampilkan gambar transparansi. Salah satu
alat tersebut ialah : Overhead Projector (OHP).
Transparansi
yang diproyeksikan adalah visual baik huruf, lambing, gambar, grafik atau
gabungannya pada lembaran bahan tembus pandang atau plastic yang dipersiapkan
untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.[16]
d. Projected
Motion Media
Media
gerakan yang diproyeksikan untuk menampilkan suatu gambar dan suara.
1) Televisi
Televisi
adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama
suara melalui kabel atau ruang.[17]
Televisi
merupakan medium pendidikan yang memiliki kelebihan-kelebian tertentu. Misalnya
TV merupakan medium yang menarik, setiap ada perkembangan selalu siap diterima
anak-anak mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah.
Sifatnya langsung dan nyata, dengan mengunakan TV siswa langsung tahu
kejadian-kejadian mutakhir, mereka bisa adakan kontak langsung dengan
orang-orang besar dan terkenal dalam bidangnnya, melihat dan mendengar mereka
berbicara. Namun media ini hanya bersifat komunikasi satu arah tidak ada timbal
balik.[18]
2) Komputer
Komputer
adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi
kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan
sederhana dan rumit.[19]
Pemanfaatan
computer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan pembelajaran dengan
bantuan computer dikembangkan dalam beberapa format, antara lain drills and
practice, tutorial, simulasi, permainan, dan discovery.
B.
PENGENALAN
MICROSOFT POWERPOINT
1.
Pengertian
Microsoft PowerPoint
Microsoft
PowerPoint adalah sebuah program
komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket
aplikasi Microsoft Office.
Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari
sebelumnya Microsoft
PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint.
Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office
PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.
Pengertian umum dari Microsoft
PowerPoint 2007 Merupakan
program aplikasi untuk presentasi. Untuk membuat presentasi diawali dengan
membuat kerangka atau outline, kemudian menyiapkan slide yang baik dengan
tampilan yang menarik.
2.
Fungsi
Microsoft PowerPoint
Fungsi dari Microsoft PowerPoint atau program presentasi adalah
untuk pengajar atau pembicara seminar yang biasanya membahas materi untuk
dipresentasikan. Microsoft
PowerPoint dapat juga digunakan untuk membantu merancang dan menyajikan
presentasi. Presentasi yang dibuat dapat berisi tampilan teks maupun grafis
yang terbagi dalam slide.[20]
3.
Tahap-tahap
Membuat Presentasi
a. Tahap Persiapan
Penggunaan
presentasi diawali dengan membuat perencanaan terlebih dahulu apa yang akan
dipresentasikan atau materi yang akan dibahas untuk pembuatan slide. Adapun
tahap ini meliputi :
1) Memilih tema
atau konsep-konsep yang akan dipelajari
2) Mempersiapkan bahan
pendukung misalnya dengan gambar, film, sound, dan animasi.
b. Tahap Pelaksanaan
Membuka
aplikasi Microsoft PowerPoint pada
komputer, pada menu star kemudian membuat slide-slide (luncuran) yang akan
ditampilkan untuk membantu di dalam menyampaikan materi pembelajaran tertentu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan slide.
1) Pertama pembuatan slide harus runtut dalam
penyampaian materi supaya pembelajaran tidak terkesan kembali ke materi awal.
2) Kedua
penggunaan background hendaknya
pemilihan warna atau gambar yang tepat. Agar tulisan atau hal yang akan
dijelaskan lebih terlihat.
3) Ketiga bahan
pendukung seperti sound dan animasi supaya diperhatikan sesuai dengan materi
agar terlihat serasi dan indah.
c. Tahap akhir
Untuk
melihat hasil pembuatan menggunakan slide
show yang merupakan tampilah
seluruh halaman atau full
screen presentasi. Dalam
tampilan ini semua efek dan komponen animasi dimainkan. Jadi tampilan pada slide show merupakan tampilan akhir presentasi.[21]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
tentang Pemanfaatan Aplikasi Microsoft PowerPoint Dalam Pembelajaran
maka penulis menyimpulkan
hal-hal sebagai berikut :
1. Media
pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan
bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan
atau media.
2. Microsoft
PowerPoint adalah sebuah program
komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket
aplikasi Microsoft Office.
Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer.
B.
Saran
Peran media
aplikasi Microsoft PowerPoint komputer sangat penting bagi siswa
sehingga diharapkan setiap sekolah :
1. Memiliki
laboratorium komputer atau minimal pendidik mengenalkan dalam metode
pembelajaran, dengan demikian siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan
memperoleh hasil yang akan dicapai.
2. Bagi
pendidik yang kurang akrab dengan media ini disarankan agar mengikuti kursus
komputer atau bertanya kepada orang yang lebih tahu akan aplikasi Microsoft
PowerPoint.
3. Akan lebih mudah lagi apabila Sekolah
sudah memiliki jaringan internet untuk mencari informasi-informasi tentang
kemajuan dunia pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.doc
Supriyanto Sutatmi, 2005, Teknologi
Informatika dan Komunikasi 2, Klaten : Yudhistira.
Zainuddin. 1984, Pusat
Sumber Belajar, Jakarta
: Depdibud.
Azhar Arsyad, 2011, Media Pembelajaran, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Christopher Lee, 2011, 175 Tip Profesional PowerPoi
[1] Azhar
Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada, 2011, hlm. 3
[2] Zainuddin.. Pusat
Sumber Belajar. Jakarta : Depdibud, 1984,
hlm. 35
[3] http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/ OudaTedaEna.doc
[5] Zainuddin.. Op
Cit, hlm. 3
[6] Ibid, hlm. 38
[7] Ibid,.
[8] Ibid,.
[9] Ibid,.
[10] Ibid,. hlm. 39
[11] Azhar
Arsyad, Op Cit, hlm. 91
[12] Zainuddin.. Op
Cit, hlm. 39
[13] Ibid,. hlm 42
[14] Ibid., hlm. 43
[15] Ibid., hlm. 45
[16] Azhar
Arsyad, Op Cit, hlm. 42
[17] Ibid., hlm 51
[18] Zainuddin.. Op
Cit, hlm. 50
[19] Azhar
Arsyad, Op Cit, hlm. 53
[20] Sutatmi, Supriyanto.. Teknologi
Informatika dan Komunikasi 2. Klaten : Yudhistira, 2005, hlm. 2
[21] Ibid., hlm 7