Selamat Datang di Blog Pribadi Abdurahman "Semoga Bermanfaat"

Gambar Slide

Selasa, 22 Mei 2012

Pemanfaatan Aplikasi Microsoft Powerpoint dalam Pembelajaran



PEMANFAATAN APLIKASI MICROSOFT POWERPOINT 
DALAM PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN


A.       Latar Belakang Masalah
Proses belajar mengajar atau proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan kurikulum di dalam suatu lembaga pendidikan. Agar mengenai sasaran tujuan siswa untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan maka ada beberapa metode atau teknik. Untuk pencapaian tujuan pendidikan diperlukan metode supaya bahan pembelajaran sampai kepada siswa dengan mudah. Di dalam metode atau teknik pembelajaran ada aspek pendukung misalnya saja metode dan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar.

Dengan berkembangnya teknologi informatika yang sangat cepat, ada beberapa pilihan media pembelajaran. Salah satunya menggunakan komputer untuk menjadi media pembelajaran yang dipergunakan untuk siswa. Komputer dapat juga sebagai alat komunikasi melalui internet yang berfungsi untuk mancari informasi di dunia.

Teknologi komputer merupakan sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus yaitu hubungan atau interaksi manusia, realita, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Sehingga pembelajaran akan lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar atau guru merupakan orang yang mempunyai kemampuan untuk merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima stimulus itu dengan program komputer.

Jalan keluarnya adalah merealisasikan stimulus-stimulus itu dalam program komputer dengan menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint sehingga dengan demikian para pengajar akan dengan mudah merealisasikan ide-ide pengajarannya. Untuk itu makalah ini membicarakan tentang “Pemanfaatan aplikasi Microsoft PowerPoint Dalam Pembelajaran.
B.     Manfaat Penulisan Makalah
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk Menambah wawasan pembaca tentang bagaimana cara mengajar menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Media Pembelajaran
1.      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (               ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[1]

(Association for Education and Communication Technology (AECT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.[2]

Media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.[3]

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat.
1.   Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi belajar
2.   Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa.
3.   Selain itu media juga harus merangsang siswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru.
4.   Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajaran dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.[4]

Dari uraian di depan dapat ditarik kesimpulan, bahwa media adalah segala sesuatu ( alat atau benda ) yang dapat menyalurkan pesan, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada dirinya untuk memperoleh pengalaman di dalam hidupnya.

2.   Penggunaan Media
Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan pengetahuan. Di dalam komunikasi sering terjadi penyimpangan sehingga komunikasi tersebut kurang efektif dan tidak efisien yang antara lain disebabkan oleh adanya ketidaksiapan siswa, kurang minat siswa dan tidak menyenangkan di dalam proses belajar mengajar.

Salah satu usaha untuk mengatasi keadaan tersebut dengan menggunakan media di dalam proses belajar mengajar. Mengingat bahwa fungsi media dalam proses ini sebagai penyaji stimulus dan juga untuk meningkatkan penerimaan informasi.

Media mempuyai nilai-nilai praktis sebagai berikut :
a.       Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
Pengalaman masing-masing siswa tidak sama di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan macam pengalaman yang dimiliki siswa. Dua anak yang hidup di dua lingkungan yang berbeda akan mempuyai pengalaman yang berbeda pula. Dalam hal ini media dapat mengatasi perbedaan ini.[5]

b.      Media dapat mengatasi ruangan kelas
Banyak hal yang sukar untuk dialami secara langsung oleh beberapa siswa di dalam kelas, seperti obyek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan-gerakan yang akan diamati terlalu cepat. Melalui media kesukaran di atas dapat diatasi.

c.       Media memungkinkan adanya interaksi langsung dengan lingkungan.
Pengetahuan yang diperoleh siswa akan secara bersama-sama berkembang dari segi pengamatan. Misalnya saja mengenai pembelajaran Candi Borobudur sekolah yang berasal dari desa maupun yang dari kota perolehan ilmu yang akan diperoleh sama. Tidak ada perbedaan yang jauh karena menggunakan media yang sama.

d.      Media dapat menghasilkan keseragaman
Pengamatan yang dilakukan oleh siswa dapat secara bersama-sama diarahkan kepada hal-hal yang dapat dianggap penting sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

e.       Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realitas.
Penggunaan media seperti gambar, film, model, dan lainnya dapat memberikan konsep dasar yang benar karena media tersebut memberikan informasi.

f.        Media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru
Dengan menggunakan media, pengetahuan siswa bertambah luas, persepsi semakin tajam dan konsep-konsep dengan sendirinya semakin lengkap. Akibatnya keinginan dan minat baru untuk belajar selalu timbul.

g.       Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
Pemasangan gambar di papan tulis, pemutaran film dan mendengarkan program audio, dapat menimbukan rangsangan-rangsangan tertentu ke arah keinginan untuk belajar.

h.       Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari yang konkret sampai yang abstrak integral sendiri memiliki arti satu kesatuan, dengan demikian pembelajaran bersifat kesatuan.


3.   Kriteria Pemilihan Media
Media adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Tetapi perlu diingat akan adanya beraneka ragaman serta masing-masing media mempunyai karakteristik sendiri oleh karena itu guru harus dengan cermat memilih sarana yang paling tepat.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam memilih media dengan tujuan yang hendak dicapai, ketepatgunaan, keadaan siswa, dan biaya.[6]
a.       Tujuan Penggunaan Media
Media yang kita pilih hendaknya menunjang tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Masalah tujuan ini adalah kriteria yang paling pokok, sedangkan yang lainnya merupakan kelengkapan dari kriteria utama ini. Karena kriteria-kriteria yang lain hanyalah sebagai penjabaran dari tujuan di dalam mengunakan media.[7]

Bila tujuan pengajaran itu agar siswa dapat melafalkan kata-kata dengan baik, maka audio yang paling tepat, tapi tujuannya agar siswa dapat memahami isi bacaan, maka media cetak yang lebih tepat.

b.   Ketepatgunaan Penggunaan Media
Menggunakan media sesuai dengan fungsinya, sehingga di dalam penggunaan alat tepat misalnya saja di dalam materi yang dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari suatu benda, maka gambar seperti bagan, dapat digunakan. Sedangkan kalau yang dipelajari adalah aspek-aspek yang menyangkut gerak, maka media film atau video lebih tepat[8]
c.   Keadaan siswa
Di dalam menyampaikan materi pokok yang menggunakan media hendaknya guru lebih memperhatikan dalam pemilihan materi karena kesenjangan lingkungan juga dapat mempengaruhi. Misalnya saja guru di Kalimantan menjelaskan tentang alat transportasi kereta api maka tidak mungkin disana ada kereta api, maka kita hendaknya membawa miniatur atau sebuah program media yang mungkin cocok untuk tujuan tersebut. Disamping kemampuan-kemampuan dan kesiapan siswa kita yang akan mempergunakan media, besar kecilnya kelompok juga mempengaruhi peggunaan media.[9]

4.   Biaya Penggunaan Media
Kriteria yang tidak kalah pentingnya adalah masalah biaya. Biaya yang hendaknya seimbang dengan hasil yang dicapai. Apa bila dengan media yang lebih sederhana dapat dipergunakan lebih baik menggunakan media yang sederhana saja apa bila tujuan sudah dapat terpenuhi.[10]


4.   Jenis-jenis Media
a.   Media Visual
Media Visual merupakan alat penyampai pesan yang berbentuk video atau gambar. Visual dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.[11]

Yang termasuk media ini adalah :
1)   Gambar
Di antara media pendidikan, gambar merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana.[12]

2)   Kartun
Kartun adalah suatu gambar yang menggunakan simbolisme dan seringkali melebih-lebihkan secara berani untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat atas suatu sifat seseorang, kejadian-kejadian tertentu.[13]


b.    Media Dengar
Media dengar merupakan alat penyampaikan audia atau suara yang dihasilkan melalui alat elektronik. Yang termasuk media ini adalah :
1)   Radio
Radio merupakan salah satu medium untuk belajar, yang harganya relatif murah, variasi programnya lebih banyak dari TV dapat di bawa kemana-mana atau pindah ruangan.[14]

2)   Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa merupakan alat untuk melatih siswa mendengar dan mengucapkan dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan meteri pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah tape. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri di dalam kotak akustik dan tahan bunyi. Siswa mendengar suara guru yang duduk di ruangan kontrol lewat headphone, mendengar apa yang diucapkan. Pada saat siswa menirukan itu dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphone (alat pendengar) , sehingga siswa dapat membandingkannya dengan suara guru.[15]


c.    Projected Still Media
Projector Still media merupakan alat untuk menampilkan gambar transparansi. Salah satu alat tersebut ialah : Overhead Projector (OHP).

Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik huruf, lambing, gambar, grafik atau gabungannya pada lembaran bahan tembus pandang atau plastic yang dipersiapkan untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.[16]


d.    Projected Motion Media
Media gerakan yang diproyeksikan untuk menampilkan suatu gambar dan suara.
1)   Televisi
Televisi adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang.[17]

Televisi merupakan medium pendidikan yang memiliki kelebihan-kelebian tertentu. Misalnya TV merupakan medium yang menarik, setiap ada perkembangan selalu siap diterima anak-anak mereka mengenalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah. Sifatnya langsung dan nyata, dengan mengunakan TV siswa langsung tahu kejadian-kejadian mutakhir, mereka bisa adakan kontak langsung dengan orang-orang besar dan terkenal dalam bidangnnya, melihat dan mendengar mereka berbicara. Namun media ini hanya bersifat komunikasi satu arah tidak ada timbal balik.[18]

2)   Komputer
Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit.[19]

Pemanfaatan computer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan pembelajaran dengan bantuan computer dikembangkan dalam beberapa format, antara lain drills and practice, tutorial, simulasi, permainan, dan discovery.



B.     PENGENALAN MICROSOFT POWERPOINT
1.      Pengertian Microsoft PowerPoint
Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi Microsoft Office. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007. Pengertian umum dari Microsoft PowerPoint 2007 Merupakan program aplikasi untuk presentasi. Untuk membuat presentasi diawali dengan membuat kerangka atau outline, kemudian menyiapkan slide yang baik dengan tampilan yang menarik.

2.      Fungsi Microsoft PowerPoint
Fungsi dari Microsoft PowerPoint  atau program presentasi adalah untuk pengajar atau pembicara seminar yang biasanya membahas materi untuk dipresentasikan. Microsoft PowerPoint dapat juga digunakan untuk membantu merancang dan menyajikan presentasi. Presentasi yang dibuat dapat berisi tampilan teks maupun grafis yang terbagi dalam slide.[20]

3.      Tahap-tahap Membuat Presentasi
Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan di dalam pembuatan presentasi yaitu :
a.   Tahap Persiapan
Penggunaan presentasi diawali dengan membuat perencanaan terlebih dahulu apa yang akan dipresentasikan atau materi yang akan dibahas untuk pembuatan slide. Adapun tahap ini meliputi :
1)   Memilih tema atau konsep-konsep yang akan dipelajari
2)   Mempersiapkan bahan pendukung misalnya dengan gambar, film, sound, dan animasi.

b.   Tahap Pelaksanaan
Membuka aplikasi Microsoft PowerPoint pada komputer, pada menu star kemudian membuat slide-slide (luncuran) yang akan ditampilkan untuk membantu di dalam menyampaikan materi pembelajaran tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan slide.
1)   Pertama pembuatan slide harus runtut dalam penyampaian materi supaya pembelajaran tidak terkesan kembali ke materi awal.
2)   Kedua penggunaan background hendaknya pemilihan warna atau gambar yang tepat. Agar tulisan atau hal yang akan dijelaskan lebih terlihat.
3)   Ketiga bahan pendukung seperti sound dan animasi supaya diperhatikan sesuai dengan materi agar terlihat serasi dan indah.

c.   Tahap akhir
Untuk melihat hasil pembuatan menggunakan slide show yang merupakan tampilah seluruh halaman atau full screen presentasi. Dalam tampilan ini semua efek dan komponen animasi dimainkan. Jadi tampilan pada slide show merupakan tampilan akhir presentasi.[21]



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang Pemanfaatan Aplikasi Microsoft PowerPoint Dalam Pembelajaran  maka penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.   Media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

2.   Microsoft PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi Microsoft Office. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, kalangan perkantoran, para pendidik, siswa, dan trainer.

B.     Saran
Peran media aplikasi Microsoft PowerPoint  komputer sangat penting bagi siswa sehingga diharapkan setiap sekolah :
1.   Memiliki laboratorium komputer atau minimal pendidik mengenalkan dalam metode pembelajaran, dengan demikian siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memperoleh hasil yang akan dicapai.

2.   Bagi pendidik yang kurang akrab dengan media ini disarankan agar mengikuti kursus komputer atau bertanya kepada orang yang lebih tahu akan aplikasi Microsoft PowerPoint.

3.   Akan lebih mudah lagi apabila Sekolah sudah memiliki jaringan internet untuk mencari informasi-informasi tentang kemajuan dunia pendidikan.





DAFTAR PUSTAKA


http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.doc
Supriyanto Sutatmi, 2005, Teknologi Informatika dan Komunikasi 2, Klaten : Yudhistira.

Zainuddin. 1984, Pusat Sumber Belajar, Jakarta : Depdibud.
Azhar Arsyad, 2011, Media Pembelajaran, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Christopher Lee, 2011, 175 Tip Profesional PowerPoi


[1] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011, hlm. 3
[2] Zainuddin.. Pusat Sumber Belajar. Jakarta : Depdibud, 1984, hlm. 35
[3] http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/ OudaTedaEna.doc
[5] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 3
[6] Ibid, hlm. 38
[7] Ibid,.
[8] Ibid,.
[9] Ibid,.
[10] Ibid,. hlm. 39
[11] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 91
[12] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 39
[13] Ibid,. hlm 42
[14] Ibid., hlm. 43
[15] Ibid., hlm. 45
[16] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 42
[17] Ibid., hlm 51
[18] Zainuddin.. Op Cit,  hlm. 50
[19] Azhar Arsyad, Op Cit, hlm. 53
[20] Sutatmi, Supriyanto.. Teknologi Informatika dan Komunikasi 2. Klaten : Yudhistira, 2005, hlm. 2
[21] Ibid., hlm 7

Tidak ada komentar:

Praktik Baik "Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Inovasi Pembelajaran pada Tatap Muka Terbatas"

Pandemi masih melanda Negeri ini, Dunia Pendidikan ikut mendapat imbasnya. Sejah awal tahun 2020 Pembelajaran Tatap Muka berubah menjadi Pem...