Sekolahku Rumah Keduaku (Goresan Hati Siswa)
By. Abdurahman, S.Pd.I
By. Abdurahman, S.Pd.I
Rumah adalah tempat berteduh dari
sengatan terik matahari, rumah adalah tempat berlindung dikala hujan turun,
rumah adalah tempat beristirahat ketika lelah, dan rumah adalah tempat bermimpi
indah tatkala mata tidak mampu lagi memandang problematika hidup yang
beranekaragam.
Ayah, ibu, dan saudara adalah penghuni
rumah yang dijadikan tempat pencurahan segala problem hidup yang dijalani
sehari-hari. Kebahagiaan dan kesedihan pasti akan dialami oleh siapapun, maka
keluargalah tempat berbagi kebahagiaan dan keluargalah tempat mencurahkan
kesedihan.
Setiap orang pasti menginginkan
rumahnya bersih, tumbuh pohon-pohon rindang disekelilingya yang mampu
menyejukkan seluruh isi rumah dari gerah dan panasnya sinar matahari. Begitu juga
aku! Aku hidup disebuah rumah kecil tapi luas dengan kegembiraan, luas dengan
kebahagiaan, luas dengan kasih sayang kedua orang tua.
Aku hidup tidak hanya sebatas rumah dan
keluargaku. Aku adalah seorang anak manusia yang sedang mencari jati diri dan menapaki
suramnya kehidupan masa depan yang belum pasti. Masa depan yang masih dihalangi
oleh waktu yang harus dilalui dengan penuh perjuangan.
Aku adalah seorang siswa, yang separoh
hariku kuhabiskan dirumah keduaku. Tempat dimana aku menuntut ilmu demi masa
depanku, demi cita-citaku yang telah ku goreskan dalam harapanku.
Dirumah keduaku ini aku sandarkan
segala impianku, segala harapanku, dan segala masa depanku. Masa depan yang
akan menarikku menuju kepada kebahagiaan yang sebenarnya. karena aku yakin
ditempat inilah aku akan mengetahui segala kemampuanku, segala minat dan
bakatku sehingga aku mampu untuk menyalurkan segala kreatifitasku.
Dirumah keduaku ini, aku berteduh dari
panasnya persaingan pendidikan dan berlindung dari hujan kebodohan, Serta tempat
aku bersembunyi dari kejaran pengaruh perkembangan teknologi.
Dirumah keduaku ini, aku juga mengenal
teman-teman yang sama-sama menyandarkan harapan masa depannya. Aku juga
mengenal guru-guru yang menjadi panutan dan yang akan membimbingku dalam meraih
masa depanku yang masih jauh. Aku mengenal lingkungan-lingkunganku, lingkungan dimana
tempat aku mengetahui apa yang tidak aku ketahui, tempat aku mendewasakan diri
ketika aku belum dewasa, tempat dimana aku menuntut ilmu untuk mengisi kekosongan
dalam pikiranku. Itulah sekolahku rumah keduaku.
Untuk melengkapi goresan ini agar lebih
menyentuh perasaan dan mengetuk suasana hati, ku tuangkan dalam bentuk bait-bait
puisi yang indah berikut:
SEKOLAH
RUMAH KEDUAKU
Langkah pertamaku..
Langkah yang menuntunku meraih cita dan
harapanku..
Ku sandang tasku dan ku
rangkul bukuku..
Ku telusuri jalan panjang
demi menggapaimu oh..sekolahku
Kau adalah rumah kedua bagiku
Tempatku berteduh dari panasnya persaingan pendidikan
Tempatku berlindung dari hujan kebodohan
Dan tempatku memperoleh benih pengetahuan
yang kemudian ku tanam di benakku
Agar menjadi ilmu yang berguna bagiku
Untuk masa depanku
Oh Sekolahku ..
Kau adalah tempat terindah bagiku
Tempatku berbagi canda tawa
Tempatku menenangkan diri dari semua kegundahan hati yang menyelimuti
Meskipun rupamu yang begitu kecil di mata
orang
Tapi bagiku kau adalah gudang ilmu terluas yang pernah ku miliki
Meskipun wujudmu tak begitu indah bagi mereka
Tapi untukku kau adalah hal yang terindah yang menghiasi hidupku
Sekolahku rumah keduaku
Kau adalah harapanku ..
Kau adalah impianku..
Teduhi aku, lindungi aku, bimbingi aku untuk meraih cita-citaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar