Dokrin tauhid yang kita pelajari, kita hayati dan kita amalkan selama ini tentunya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi kehidupan kita, terutama di dalam melaksanakan segala aktivitas sehari-hari, dengan satu sandaran yang kokoh, bahwa aktivitas yang kita laksanakan itu semata-mata hanya karena Allah SWT. dengan maksud dan tujuan semata-mata hanya ingin meraih Ridha Allah SWT.
Dengan demikian, sebagai konsekuensi dari konsep ini, pada gilirannya akan mencetak karakter agung, jujur, suci dan teguh memegang amanah. Dengan adanya tauhid dalam Islam merupakan kekuatan yang besar, yang mampu mengatur secara tertib segala macam aktivitas kehidupan seluruh manusia yang ada di permukaan bumi ini.
Sebagai ilustrasi dalam pembahasan tentang tauhid ini, kami ingin mengemukakan sebuah cuplikan sejarah di zaman khalifah Umar bin Khathab r.a.
Suatu ketika, khalifah Umar bin Khathab r.a bertemu dengan seorang anak gembala yang sedang menghalau sekawanan kambing di
Terhadap kejadian ini, maka tidak heran jika Umar bin Khathab r.a ketika itu sempat mencucurkan air mata, lantaran terharu menyaksikan teguhnya keimanan sang anak gembala. Lantaran itu, pada kesempatan lain beliau temui anak tersebut dan mengajak untuk menemui sang majikan untuk memerdekakannya dari perbudakan, sehingga terbebaslah sang anak ini dari belenggu perbudakan.
Demikianlah contoh pengaruh atau dampak yang ditimbulkan oleh adanya tauhid yang kuat. Ia dapat membentuk pribadi seseorang menjadi pribadi yang militan dan terpuji. Tak peduli apakah oleh kalangan atas, kalangan menengah maupun kalangan bawah. Tidak peduli anak- anak maupun orang dewasa.
Tauhid yang kuat dapat membebaskan manusia dari seribu satu macam belenggu kejahatan duniawi. Dengan tauhid yang kuat dapat membebaskan manusia dari penjajahan, perbudakan dan penghambaan, baik oleh sesama manusia maupun oleh keganasan hawa nafsu. Dengan jiwa tauhid yang tinggi seseorang akan bebas dari berbagai belenggu ketakutan dan duka cita, baik dalam kemiskinan harta, kemiskinan jabatan, kemiskinan kedudukan dsb. Dengan jiwa tauhid yang tinggi seseorang akan bebas dari berbagai kemelut keluh kesah, kebingungan dan rasa putus asa. Dengan tauhid yang tinggi. seorang muslim akan memiliki jiwa besar, tidak berjiwa kerdil. Kenapa demikian?, karena dengan tauhid yang tinggi akan memberikan dampak terhadap keikhlasan seseorang, yang selalu menyandarkan dirinya semata-mata hanya kepada Allah, hanya untuk Allah. Shalatnya, ibadahnya, sepak terjangnya sehari-hari, bahkan hidup dan matinya, hanya semata-mata dipersembahkan kepada Allah rabbul ‘alamin, sehingga ia tidak akan tertarik atau terpengaruh sedikitpun terhadap buaian-buaian duniawi dan tidak akan memperdulikan kepahitan hidup duniawi.
Dari uraian ini, dapatlah kita simpulkan bahwa tauhid merupakan kepercayaan mutlak tentang keesaan Allah SWT. yang berurat berakar dalam hati sanubari muslim dan merupakan cerminan untuk mengukur tingkat keikhlasan seseorang dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar